Terapi Bekam (Basah, Kering, Api)

Setiap tubuh memiliki kondisi yang berbeda dan memerlukan tindakan yang berbeda setelah didiagnosa oleh praktisi yg berpengalaman. Bagi pasien yang akan mendapatkan terapi Bekam maka penerapannya ada diantara 3 pilihan berikut : Basah, Kering, atau Api.

Terapi Moxibusi

Salah satu kaidah yang pas ketika tubuh memiliki syndrom yang dingin dan pada saat yg sama membutuhkan penghangatan pada titik-titik meridian tertentu untuk pemulihan. Terapi moxibusi menjadi bagian utama dalam tindakan yang akan diterapkan.

Terapi Herbal

Kandungan alami dari berbagai macam tumbuhan perlu diambil dan diolah. Untuk itu terapi herbal cocok bagi siapapun yang memerlukan kandungan alami yang membantu pertumbuhan, pemulihan, dan juga peningkatan stamina tubuh tanpa unsur yang merusak.

Terapi Ruqyah

Tidak sedikit pasangan suami istri mendapatkan ujian berupa gangguan ghaib yang selama ini tidak disadari ada. Bahkan banyak pula praktisi tenaga dalam/kanuragan yang hendak bertaubat tetapi sulit untuk melepaskan pengaruh buruk dari efek negatif yang dialami. Terapkan segera Ruqyah sebagai solusinya.

Request Ruqyah Massal

Tauhid menjadi kunci utama agar dapat berpegang teguh dalam sunnah, tetapi ruqyah massal tanpa tauhid maka sia-sia. Untuk itu ruqyah massal harus mengedepankan konten dakwah. Siapa yg menghendaki kebaikan hari ini? Lakukan ruqyah dengan tauhid.

Wednesday, June 26, 2019

Bahaya Kurang Tidur

Bahaya Kurang Tidur, RTH, Rumah Terapi Herbal


Kurang tidur dapat merusak DNA dan kemampuan tubuh untuk memperbaikinya. Kemungkinan, mengarah pada penyakit genetik seperti kanker, menurut studi tersebut.

Peneliti dari Universitas Hong Kong meneliti dampak kurang tidur pada dokter lokal. Hasilnya, mereka yang bekerja shift malam, memiliki tingkat kerusakan DNA yang lebih tinggi. Serta tingkat aktivitas gen yang lebih rendah terkait dengan perbaikan DNA. Studi ini adalah menjadi yang pertama untuk meneliti efek pada manusia, terutama pada orang dewasa lebih muda.

"Walaupun studi awal, kami menemukan indikasi bahwa gangguan tidur tidak baik untuk Anda dan juga gen," kata Dr Gordon Wong Tin-chun, profesor di departemen anestesiologi Universitas Hong Kong.

Kerusakan DNA berarti perubahan dalam struktur dasar instruksi genetik untuk pertumbuhan sel dan fungsi dalam organisme. Perubahan ini tidak diperbaiki ketika molekul direplikasi. Menurut Gordon, kerusakan DNA dan kemampuan perbaikan yang lebih rendah dapat membawa implikasi kesehatan yang lebih besar.

"Dapat meningkatkan kemungkinan pengembangan penyakit dari mutasi genetik seperti kanker," katanya.

Jam Tidur 

Penemuan ini mungkin juga berlaku untuk orang-orang dengan pola kerja mirip dengan dokter yang melakukan shift malam tidak teratur. Penelitian yang diterbitkan di jurnal medis Anaesthesia ini mengamati 49 dokter sehat yang bekerja berdasarkan shift dari dua rumah sakit umum setempat.

Sebanyak 24 dokter harus bekerja malam. Per bulan, mereka harus bekerja di shift malam, dari sore hingga pagi hari berikutnya, selama lima hingga enam kali. Sampel darah diambil dari semua peserta setelah tiga hari tidur cukup. Sampel darah tambahan diambil dari mereka yang harus bekerja semalaman. Darah dari responden ini diambil keesokan paginya, setelah kurang tidur.

Para peneliti menemukan bahwa secara umum, dokter yang melakukan shift malam memiliki kerusakan DNA lebih tinggi 30 persen. Selanjutnya, meningkat 25 persen setelah memiliki jam tidur yang kurang. Dokter yang kurang tidur juga memiliki tingkat aktivitas gen yang lebih rendah terkait dengan perbaikan DNA.

Gordon berharap penelitian ini bisa meningkatkan kesadaran di kalangan masyarakat tentang pentingnya tidur.

"Mungkin, Anda harus mempertimbangkan untuk tidak lagi tidur malam. Istirahatlah dengan waktu yang layak," jelasnya.

Jam tidur yang disarankan untuk setiap orang, berbeda. Orang dewasa berusia antara 18 dan 60 tahun membutuhkan setidaknya tujuh jam tidur per malam, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat.


Dikutip dari :


Tuesday, June 25, 2019

Saat Sakit Mengapa Sering Mengantuk ?

Saat Sakit Mengapa Sering Mengantuk ?, RTH, Rumah Terapi Herbal



Pernahkah kamu merasa, saat tubuh dalam keadaan sakit, kalian akan lebih sering mengantuk? Pastinya, ketika sedang sakit, badan terasa lemas dan bisa menyebabkan tidur seharian.

Banyak yang mengira kalau hal tersebut disebabkan oleh obat-obatan yang dikonsumsi. Tapi, ada hal lain yang menjadi penyebab rasa ngantuk ketika seseorang sedang sakit.

Penelitian dari University of Pennsylvania di Amerika Serikat menemukan fakta mengejutkan. Ternyata, ada sebuah gen bernama nemuri yang meningkatkan kebutuhan akan tidur ketika sedang sakit. Protein nemuri ini melawan kuman dengan aktivitas antikrobial yang digerakkan oleh sel di otak untuk tidur lebih lama dan nyenyak setelah infeksi.

"Walaupun sudah umum dipahami bahwa tidur dan kesembuhan sangat berhubungan erat, hasil penelitian kami menghubungkan secara langsung antara tidur dengan sistem kekebalan tubuh. Memunculkan penjelasan mengenai bagaimana tidur bertambah banyak ketika sakit," kata peneliti, professor Amita Sehgal kepada The Health Sites.

Saat meneliti lalat, ilmuwan mengetahui jika serangga tersebut gampang terbangun ketika tidur saat tidak ada gen nemuri. Selain itu, kebutuhan tidur yang mereka miliki juga menurun. Dan, lalat yang terinfeksi bakteri, memiliki gen nemuri. Hasilnya, tidur mereka lebih banyak dibandingkan yang tidak terinfeksi.

Sebagai respons terhadap infeksi, nemuri bisa membunuh mikroba, terutama pada bagian tubuh tertentu lalat. Selain itu, kebutuhan tidur juga meningkat melalui tindakan tertentu di dalam otak.

Penelitian juga menemukan molekul sel imun, interleukin-1 (IL-1) yang terbentuk ketika seseorang sedang tertidur. IL-1 terkumpul ketika bangun selama beberapa waktu, menimbulkan sugesti untuk tidur. Diketahui, nemuri merupakan penghubung antara fungsi imun dan tidur.


Dikutip dari :


Monday, June 24, 2019

Telapak Kaki Pecah-Pecah ? Pakai Ini Saja !

Telapak Kaki Pecah-Pecah ? Pakai Ini Saja !, RTH, Rumah Terapi Herbal


Apakah kamu memiliki masalah pada telapak kaki? Well, banyak orang, terutama perempuan, merasa tak percaya diri jika mereka memiliki telapak kaki yang pecah-pecah. Bagaimana pun, telapak kaki yang pecah-pecah dan kasar akan menggangu penampilan seseorang.

Tidak perlu melakukan perawatan mahal ke klinik kecantikan agar telapak kaki halus. Kamu hanya perlu merawatnya dengan bahan-bahan alami yang mengandung banyak nutrisi, misalnya alpukat.

Alpukat mengandung pelembap alami karena kaya akan asam lemak yang bisa melembutkan kulit kaki. Campur alpukat dengan madu, gula dan oatmeal agar kulit mati terkelupas dan menenangkan kulit yang iritasi.

Bahan yang diperlukan:

    1 buah alpukat.
    2 sendok makan madu.
    3 hingga 4 tetes minyak esensial (lavendel, tea tree oil, peppermint atau lemon).
    3 sendok makan gula pasir.
    2 sendok makan oatmeal.

Cara membuat:

    Potong alpukat menjadi dua bagian. Ambil daging buahnya dan haluskan.
    Campur dengan madu, minyak esensial, oatmeal dan gula pasir hingga rata.
    Oleskan skrub alpukat itu dari pergelangan hingga telapak kaki.
    Gosok lembut dengan gerakan melingkar selama dua hingga tiga menit.
    Pijat lembut telapak kaki selama lima sampai 10 menit. Diamkan selama lima menit.
    Bilas dengan air dingin sampai bersih.

Agar hasilnya maksimal, gunakan skrub minmal seminggu sekali sebelum tidur. Penggunaan rutin akan membuat kaki lebih lembut, cerah, dan tidak pecah-pecah. 


Dikutip dari :


Sunday, June 23, 2019

Bahaya Polusi Udara Bagi Anak

Bahaya Polusi Udara Bagi Anak, RTH, Rumah Terapi Herbal


Polusi udara memiliki efek kesehatan yang merusak bagi semua orang dari segala usia. Tapi, anak-anak lebih rentan dan menghadapi risiko khusus yang dapat bertahan seumur hidup, kata para ahli.

"Anak-anak bernafas lebih cepat dan pendek daripada orang dewasa. Itu artinya, mereka mendapatkan dosis polusi udara yang lebih tinggi ke paru-paru mereka dibandingkan orang dewasa," kata dr Rima Habre, asisten profesor kesehatan pencegahan klinis di University of Southern California, Amerika Serikat.

Selain itu, anak-anak gemar bermain dengan tanah, di mana beberapa jenis polutan cenderung berkonsentrasi. Jika bermain di luar rumah dalam waktu lama, anak-anak bisa terpapar udara kotor.

Namun, polusi udara tidak hanya ditemukan di luar ruangan. Beberapa polusi udara yang paling serius ada di rumah, di mana api pemanas dan memasak membakar bahan bakar tidak sempurna hingga menghasilkan asap berbahaya. Nah, asap berbahaya ini dihirup secara tidak proporsional oleh anak-anak dan ibu mereka.

"Organ anak-anak masih tumbuh dan polusi dapat memperlambat perkembangan paru-paru, otak dan organ lain dengan cara yang dapat memiliki efek seumur hidup," kata dr. Carrie Breton, profesor kedokteran pencegahan di University of Southern California.

Ia melanjutkan, "Anak-anak memiliki masa hidup yang panjang. Namun, penyakit dengan periode laten yang lama memiliki waktu untuk bermanifestasi."

Konsekuensi dari polusi udara dapat langsung terjadi. Tapi, bisa bermanifestasi dalam jangka panjang. Efek langsung yang paling jelas adalah pernapasan. Anak-anak yang terpapar polusi udara lebih rentan terhadap infeksi termasuk pneumonia dan bronkitis serta asma.

WHO mengatakan jika udara kotor berkontribusi terhadap infeksi saluran pernapasan yang mengakibatkan 543.000 kematian balita pada tahun 2016.

"Ada beberapa bukti yang menunjukkan jika polusi udara dapat mengubah jalur metabolisme atau respons stres yang kemudian menempatkan anak-anak pada risiko lebih besar untuk diabetes di kemudian hari atau penyakit kardiovaskular," ujar Carrie.

WHO juga mengatakan ada bukti substansial bahwa polusi udara bisa menyebabkan peningkatan risiko leukemia pada anak. Penelitian lain mengaitkan polusi udara dengan obesitas pada masa kanak-kanak, infeksi telinga yang persisten dan masalah perkembangan saraf. Bisa menyebabkan hasil tes kognitif yang lebih rendah dan dapat memengaruhi gangguan perilaku.


Dikutip dari :


Saturday, June 22, 2019

Stop Minum Minuman Bersoda, ya !

Stop Minum Minuman Bersoda, ya !, RTH, Rumah Terapi Herbal



Orang yang mengonsumsi soda dan juga minuman berenergi setiap hari bisa mengalami kematian dini karena penyakit jantung dan kanker daripada mereka yang jarang menikmati minuman tersebut, menurut penelitian di Amerika Serikat.

Mereka yang mengonsumsi soda dan minuman berenergi berisiko 28 persen lebih tinggi mengalami kematian dini dari penyebab apa pun, 31 persen karena penyakit jantung dan 16 persen akibat kanker.

"Di Amerika Serikat, sekitar setengah dari populasi penduduk mengonsumsi setidaknya satu gelas soda setiap hari," kata Vasanti Malik, peneliti nutrisi di Harvard T.H. Sekolah Kesehatan Masyarakat Chan di Boston.

"Mengganti minuman manis atau soda dengan minuman lain, terutama air, adalah salah satu strategi untuk meningkatkan kesehatan dan umur panjang," lanjutnya.

Soda, minuman berenergi dan minuman manis lainnya merupakan sumber gula tambahan terbesar di makanan Amerika, jelas peneliti dalam jurnal Circulation. Meskipun konsumsi gula di Amerika Serikat telah menurun dalam dekade terakhir, namun orang dewasa tetap mendapat sekitar 145 kalori sehari dari minuman ini.

"Ketika seseorang mengonsumsi soda dan minuman manis lainnya, mereka lebih mungkin mengembangkan faktor risiko diabetes, penyakit jantung dan masalah kesehatan kronis lainnya," tutur Vasanti.

Itu artinya, mereka dapat mengonsumsi lebih banyak kalori total daripada yang seharusnya. Berkontribusi terhadap obesitas serta peningkatan risiko tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit jantung dan strok. Termasuk kanker payudara dan kanker usus besar. Perempuan yang mengonsumsi soda lebih banyak berisiko mengalami kematian dini lebih tinggi.


Dikutip dari :


Friday, June 21, 2019

Perempuan Beresiko Alami Chronic Kidney Disease !

Perempuan Beresiko Alami Chronic Kidney Disease !, RTH, Rumah Terapi Herbal


Normalnya, manusia dilahirkan dengan dua ginjal yang diharapkan bisa berfungsi dengan baik sepanjang hidup. Namun, ketika satu ginjal rusak atau tidak berfungsi lagi, seseorang masih bisa bertahan hidup. Akan tetapi, jika ginjal yang hanya tinggal satu tidak lagi berfungsi, bisa dipastikan seseorang tidak akan bertahan hidup.

Data terbaru WHO tahun 2015 mengungkapkan jika gagal ginjal kronis atau chronic kidney disease (CKD) memengaruhi sekitar 10 persen dari populasi. Termasuk di antara 20 penyebab utama kematian. Dan, jumlah pasien yang mengalami gagal ginjal meningkat pesat di Malaysia selama dekade terakhir. Pada tahun 2016, ada 39.711 pasien menjalani transplantasi ginjal dibanding tahun 2007 yang hanya 17.097 orang.

"Sebelumnya, tidak ada yang berbicara tentang apa pun selain 10 penyebab pertama kematian. Hanya saja, dalam satu dekade terakhir ini, penyakit ginjal kronis telah meningkat drastis," kata Prof Emeritus Datin Dr Norella Kong, dosen klinis penyakit dalam di Universitas Kebangsaan Malaysia.

"Dialisis adalah cara utama perawatan yang sangat mahal. Begitu seorang pasien menggunakannya, ia tetap hidup dengan mesin selama sekian tahun," sambungnya.

Fungsi ginjal diukur dengan laju filtrasi glomerulus dan CKD diatur sesuai dengan itu. Ada lima tahap CKD, di mana tahap awal (satu hingga tiga) sering tanpa gejala. Apabila ada gejalanya, cenderung lazim seperti kehilangan nafsu makan dan berat badan, mual, muntah, gatal, kelelahan serta kaki bengkak yang dapat dengan mudah disalahartikan sebagai gejala lain.

Saat pasien mencapai tahap empat dan lima, tujuannya ialah mempertahankan fungsi ginjal yang tersisa selama mungkin. Pada tahap lima, pasien biasanya tidak dapat bertahan hidup tanpa dialisis.

"Bahkan jika satu persen pasien beralih ke tahap akhir CKD, itu adalah jumlah yang besar," bebernya.

Dahulu, CKD merupakan penyakit yang kerap diidap orang tua. Seiring berjalannya waktu, CKD bisa menyerang seseorang yang berusia muda. Jika dibandingkan beberapa abad lalu, jumlah pasien yang mengidap ginjal cukup rendah karena kelainan fungsi ginjal dapat dideteksi lebih awal untuk mencegah atau menunda perkembangan penyakit. Hanya tiga persen dari CKD stadium akhir merupakan penyakit ginjal yang berkembang.

"Kami memiliki program deteksi dini kesehatan pada berbagai tahap kehidupan. Jadi, kami memiliki layanan untuk mengambil segala kelainan. Saat lahir, bayi diperiksa dan divaksinasi hepatitis B (yang dapat menyebabkan CKD).

Sayangnya, penyebab paling umum dari CKD adalah hasil dari gaya hidup modern seseorang. Diabetes menyumbang 65 persen dari pasien dialisis baru dengan CKD stadium akhir, sementara hipertensi atau tekanan darah tinggi turut membantu 20 persen kasus tersebut.

Kematian akibat cuci darah meningkat lebih dari dua kali lipat. Pada tahun 2007 hanya ada 1.988 kematian, meningkat jadi 5.366 kasus pada tahun 2016. Penerima transplantasi ginjal berkurang dari 113 pasien menjadi 82 orang selama periode yang sama. Saat ini, waktu tunggu rata-rata untuk transplantasi ginjal juga tiga kali lebih lama dari 10 tahun yang lalu.

Menurut Emeritus, perempuan lebih tinggi berisiko mengalami CKD.Alasannya karena, "Ketika pertama kali berhubungan seks, perempuan mungkin terkena infeksi saluran kemih (ISK) karena uretra yang lebih pendek. Tapi tidak semua ISK akan beralih ke CKD, tergantung sejauh mana bakteri di sistem kemih berkembang."

"Dalam sebagian kecil pasien, terutama jika tabung yang menghubungkan kandung kemih ke ginjal melebar karena alasan apa pun, memungkinkan refluks urin kembali ke ginjal, bisa menyebabkan infeksi. Saat itulah Anda menderita pielonefritis," jelasnya.



Dikutip dari :


Thursday, June 20, 2019

Bahaya Dehydration

Bahaya Dehydration, RTH, Rumah Terapi Herbal


Dehidrasi merupakan kondisi di mana tubu kehilangan cairan dalam jumlah banyak. Jangan pernah menganggap sepele dehidrasi karena bisa menyebabkan kematian. Itu karena, ketika dehidrasi, air yang keluar dari tubuh lebih banyak dari apa yang diminum.
Siapa yang berisiko mengalami dehidrasi?

Well, siapa pun dapat mengalami dehidrasi. Tapi, dehidrasi berisiko tinggi terhadap beberapa kelompok ini.

  • Bayi dan anak kecil: memiliki berat badan rendah dan peka terhadap kehilangan cairan dalam jumlah kecil.
  • Orang tua: mungkin kurang sadar bahwa mereka mengalami dehidrasi dan perlu terus minum cairan.
  • Orang dengan kondisi kesehatan jangka panjang seperti diabetes atau alkoholisme.
  • Atlet: Dapat kehilangan sejumlah besar cairan tubuh melalui keringat saat berolahraga untuk waktu yang lama.

Tindakan yang harus dilakukan

Minumlah cairan dalam jumlah banyak seperti air atau jus buah. Jauh lebih efektif daripada minum teh atau kopi dalam jumlah besar. Jangan mengonsumsi minuman bersoda karena mengandung lebih banyak gula daripada yang dibutuhkan.

Apabila kesulitan menahan air karena muntah, cobalah minum dalam jumlah sedikit lebih sering.

Bayi dan anak kecil yang mengalami dehidrasi jangan hanya diberikan air dalam jumlah besar sebagai cairan pengganti utama. Itu karena dapat mencairkan tingkat mineral yang sudah terlalu rendah di dalam tubuh mereka dan menyebabkan masalah lain. Sebagai gantinya, mereka harus diberikan labu encer atau larutan rehidrasi.

Jika tidak diobati, dehidrasi parah dapat menjadi serius. Bisa menyebabkan kejang, kerusakan otak dan kematian.

"Dehidrasi sangat berbahaya. Bisa merusak tubuh Anda secara signifikan jika tidak ditangani," kata dr. Sandra Schneider dari American College of Emergency Physicians.

Ia melanjutkan, "Tapi, dehidrasi juga mudah dicegah, terutama jika penyebabnya adalah panas berlebihan."


Dikutip dari :