Wednesday, May 9, 2018

Kunyit (Curcuma Longa) Atasi Maag & Gastritis


Ada apa dengan Kunyit?


Kunyit (Curcuma Longa) Atasi Maag & Gastritis
Salah satu obat herbal untuk maag dan gastritis yang mudah didapat dan sudah cukup banyak diteliti adalah Kunyit (Curcuma Longa). Kunyit sudah banyak diteliti baik pada berbagai hewan uji dan pasien manusia, terlebih lagi sudah dipakai oleh masyarakat indonesia dari sejak jaman dahulu sehingga keamanannya bisa terjamin secara empiris.






Analisa Fakultas Pharmacologi 



Penelitian telah dimulai bagi pasien yang memiliki symptom gangguan lambung (tukak lambung). Sekitar 45 pasien yang diantaranya dari 24 lelaki dan 21 perempuan, dengan umur rata-rata 16-60 tahun. Pemberian kandungan kunyit diberikan dengan dosis (300 mg) pada 2 kapsul pada penggunaan 5x sehari. Hasilnya mengejutkan, 4 pekan setelah penggunaan tadi memberikan efek pemulihan 48% atau 12 kasus dan juga 8 pekan kemudian memiliki efek yg sama pada 18 pasien lainnya. Berikutnya 19 kasus terdata 76% memiliki pemulihan dari gangguan lambung setelah penggunaan 12 pekan. Selengkapnya dapat kita teliti dari sini.

Bagaimana Kunyit dapat Melindungi Lambung ?

Kunyit (Curcuma Longa) Atasi Maag & Gastritis
Berdasarkan penelitian, gugus fenolik pada kunyit selain dapat mengurangi asam lambung dengan meningkatkan pH nya dapat juga bertindak sebagai antioksidan yang mengurangi kerusakan sel akibat ROS (Reactive Oxygen Species). Ros adalah radikal bebas yang dikeluarkan sel kita untuk metabolisme, dan jika terlalu banyak dapat merusak sel itu sendiri.

Kunyit juga dapat meningkatkan lapisan mucin yang ada di sel lambung sehingga berperan sebagai gastroprotectant.

Pada penelitian lain menyebutkan kunyit juga menghambat bakteri penyebab luka nya dinding lambung yaitu Helicobacter Pylori.

Kunyit sudah lama diteliti aktifitas anti-inflamatory dan analgesik yang fungsinya mirip dengan obat-obat seperti parasetamol, aspirin, natrium diklofenak. Bedanya efeknya tidak terlalu besar namun lebih aman untuk lambung karena bekerjanya tidak mempengaruhi reseptor COX-1.

Beberapa penelitian juga menyebutkan dapat membantu memperbaiki kondisi pasien yang mengalami kolesterol tinggi dan alzaimer.



Dikutip dari:





0 comments:

Post a Comment