Friday, May 31, 2019

Kemuning (Murraya PaniculataJack) untuk Kolesterol

Kemuning (Murraya PaniculataJack) sebagai Anti-Kolesterol


Kemuning (Murraya PaniculataJack) untuk Kolesterol, RTH, Rumah Terapi Herbal


Deskripsi

Dari sekian banyak tumbuhan yang berkhasiat sebagai penurun kolesterol, tumbuhan kemuning merupakan salah satu tumbuhan yang juga berkhasiat sebagai penurun kolesterol. Selain itu tumbuhan kemuning juga berkhasiat sebagai pemati rasa (anastesia), penenang (sedatif), antiradang, antirematik, antitiroid, penghilang bengkak, pelangsing tubuh, pelancar peredaran darah, dan penghalus kulit. Secara tradisional pemanfaatan daun kemuning sebagai penurun kolesterol adalah cuci 20 gram daun kemuning segar hingga bersih, lalu rebus dalam 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas air. Minum ramuan ini 3 kali sehari (Harmanto, 2005). Daun kemuning mengandung cadinena, metil-antranilat, bisabolena, β-kariopilena, geraniol, carane-3, eugenol, citronelol, metil-salisilat, s-guaiazulena,osthol, paniculatin, tanin, dan coumurrayin (Iskandar, 2005). Menurut Materia Medika Indonesia, daun kemuning mengandung minyak atsiri, damar, tannin glikosida murrayin (Ditjen POM, 1977).


Mekanisme

Kemuning (Murraya paniculata (L.) Jack) merupakan tanaman obat yang dipercaya menurunkan kadar kolesterol total dalam darah yang didalamnya terdapat kandungan flavonoid (Hembing Wijayakusuma,1996). Flavonoid merupakan polyphenolic yang banyak terdapat dalam tanaman. Flavonoid bekerja menghambat enzim HMG – KoA reduktase dengan menghambat pembentukan HMG KoA menjadi mevalonat sebagai salah satu bahan kolesterol. Selain itu, flavonoid memiliki efek sebagai antioksidan untuk menangkap radikal bebas. Pada tubuh, bila didapatkan radikal bebas yang berlebih akan mengoksidasi lemak sehingga kadar lemak akan meningkat yang semakin lama akan mengendap dalam pembuluh darah sehingga akan terbentuk plak aterosklerosis sebagai salah satu penyebab PJK (Tri Windono, 2002 ; Kenneth, 2006 ; Patel, 2008).

Kemuning (Murraya PaniculataJack) untuk Kolesterol, RTH, Rumah Terapi Herbal



Dikutip dari:

0 comments:

Post a Comment