Sunday, June 23, 2019

Bahaya Polusi Udara Bagi Anak

Bahaya Polusi Udara Bagi Anak, RTH, Rumah Terapi Herbal


Polusi udara memiliki efek kesehatan yang merusak bagi semua orang dari segala usia. Tapi, anak-anak lebih rentan dan menghadapi risiko khusus yang dapat bertahan seumur hidup, kata para ahli.

"Anak-anak bernafas lebih cepat dan pendek daripada orang dewasa. Itu artinya, mereka mendapatkan dosis polusi udara yang lebih tinggi ke paru-paru mereka dibandingkan orang dewasa," kata dr Rima Habre, asisten profesor kesehatan pencegahan klinis di University of Southern California, Amerika Serikat.

Selain itu, anak-anak gemar bermain dengan tanah, di mana beberapa jenis polutan cenderung berkonsentrasi. Jika bermain di luar rumah dalam waktu lama, anak-anak bisa terpapar udara kotor.

Namun, polusi udara tidak hanya ditemukan di luar ruangan. Beberapa polusi udara yang paling serius ada di rumah, di mana api pemanas dan memasak membakar bahan bakar tidak sempurna hingga menghasilkan asap berbahaya. Nah, asap berbahaya ini dihirup secara tidak proporsional oleh anak-anak dan ibu mereka.

"Organ anak-anak masih tumbuh dan polusi dapat memperlambat perkembangan paru-paru, otak dan organ lain dengan cara yang dapat memiliki efek seumur hidup," kata dr. Carrie Breton, profesor kedokteran pencegahan di University of Southern California.

Ia melanjutkan, "Anak-anak memiliki masa hidup yang panjang. Namun, penyakit dengan periode laten yang lama memiliki waktu untuk bermanifestasi."

Konsekuensi dari polusi udara dapat langsung terjadi. Tapi, bisa bermanifestasi dalam jangka panjang. Efek langsung yang paling jelas adalah pernapasan. Anak-anak yang terpapar polusi udara lebih rentan terhadap infeksi termasuk pneumonia dan bronkitis serta asma.

WHO mengatakan jika udara kotor berkontribusi terhadap infeksi saluran pernapasan yang mengakibatkan 543.000 kematian balita pada tahun 2016.

"Ada beberapa bukti yang menunjukkan jika polusi udara dapat mengubah jalur metabolisme atau respons stres yang kemudian menempatkan anak-anak pada risiko lebih besar untuk diabetes di kemudian hari atau penyakit kardiovaskular," ujar Carrie.

WHO juga mengatakan ada bukti substansial bahwa polusi udara bisa menyebabkan peningkatan risiko leukemia pada anak. Penelitian lain mengaitkan polusi udara dengan obesitas pada masa kanak-kanak, infeksi telinga yang persisten dan masalah perkembangan saraf. Bisa menyebabkan hasil tes kognitif yang lebih rendah dan dapat memengaruhi gangguan perilaku.


Dikutip dari :


0 comments:

Post a Comment