Friday, June 21, 2019

Perempuan Beresiko Alami Chronic Kidney Disease !

Perempuan Beresiko Alami Chronic Kidney Disease !, RTH, Rumah Terapi Herbal


Normalnya, manusia dilahirkan dengan dua ginjal yang diharapkan bisa berfungsi dengan baik sepanjang hidup. Namun, ketika satu ginjal rusak atau tidak berfungsi lagi, seseorang masih bisa bertahan hidup. Akan tetapi, jika ginjal yang hanya tinggal satu tidak lagi berfungsi, bisa dipastikan seseorang tidak akan bertahan hidup.

Data terbaru WHO tahun 2015 mengungkapkan jika gagal ginjal kronis atau chronic kidney disease (CKD) memengaruhi sekitar 10 persen dari populasi. Termasuk di antara 20 penyebab utama kematian. Dan, jumlah pasien yang mengalami gagal ginjal meningkat pesat di Malaysia selama dekade terakhir. Pada tahun 2016, ada 39.711 pasien menjalani transplantasi ginjal dibanding tahun 2007 yang hanya 17.097 orang.

"Sebelumnya, tidak ada yang berbicara tentang apa pun selain 10 penyebab pertama kematian. Hanya saja, dalam satu dekade terakhir ini, penyakit ginjal kronis telah meningkat drastis," kata Prof Emeritus Datin Dr Norella Kong, dosen klinis penyakit dalam di Universitas Kebangsaan Malaysia.

"Dialisis adalah cara utama perawatan yang sangat mahal. Begitu seorang pasien menggunakannya, ia tetap hidup dengan mesin selama sekian tahun," sambungnya.

Fungsi ginjal diukur dengan laju filtrasi glomerulus dan CKD diatur sesuai dengan itu. Ada lima tahap CKD, di mana tahap awal (satu hingga tiga) sering tanpa gejala. Apabila ada gejalanya, cenderung lazim seperti kehilangan nafsu makan dan berat badan, mual, muntah, gatal, kelelahan serta kaki bengkak yang dapat dengan mudah disalahartikan sebagai gejala lain.

Saat pasien mencapai tahap empat dan lima, tujuannya ialah mempertahankan fungsi ginjal yang tersisa selama mungkin. Pada tahap lima, pasien biasanya tidak dapat bertahan hidup tanpa dialisis.

"Bahkan jika satu persen pasien beralih ke tahap akhir CKD, itu adalah jumlah yang besar," bebernya.

Dahulu, CKD merupakan penyakit yang kerap diidap orang tua. Seiring berjalannya waktu, CKD bisa menyerang seseorang yang berusia muda. Jika dibandingkan beberapa abad lalu, jumlah pasien yang mengidap ginjal cukup rendah karena kelainan fungsi ginjal dapat dideteksi lebih awal untuk mencegah atau menunda perkembangan penyakit. Hanya tiga persen dari CKD stadium akhir merupakan penyakit ginjal yang berkembang.

"Kami memiliki program deteksi dini kesehatan pada berbagai tahap kehidupan. Jadi, kami memiliki layanan untuk mengambil segala kelainan. Saat lahir, bayi diperiksa dan divaksinasi hepatitis B (yang dapat menyebabkan CKD).

Sayangnya, penyebab paling umum dari CKD adalah hasil dari gaya hidup modern seseorang. Diabetes menyumbang 65 persen dari pasien dialisis baru dengan CKD stadium akhir, sementara hipertensi atau tekanan darah tinggi turut membantu 20 persen kasus tersebut.

Kematian akibat cuci darah meningkat lebih dari dua kali lipat. Pada tahun 2007 hanya ada 1.988 kematian, meningkat jadi 5.366 kasus pada tahun 2016. Penerima transplantasi ginjal berkurang dari 113 pasien menjadi 82 orang selama periode yang sama. Saat ini, waktu tunggu rata-rata untuk transplantasi ginjal juga tiga kali lebih lama dari 10 tahun yang lalu.

Menurut Emeritus, perempuan lebih tinggi berisiko mengalami CKD.Alasannya karena, "Ketika pertama kali berhubungan seks, perempuan mungkin terkena infeksi saluran kemih (ISK) karena uretra yang lebih pendek. Tapi tidak semua ISK akan beralih ke CKD, tergantung sejauh mana bakteri di sistem kemih berkembang."

"Dalam sebagian kecil pasien, terutama jika tabung yang menghubungkan kandung kemih ke ginjal melebar karena alasan apa pun, memungkinkan refluks urin kembali ke ginjal, bisa menyebabkan infeksi. Saat itulah Anda menderita pielonefritis," jelasnya.



Dikutip dari :


0 comments:

Post a Comment