Saturday, June 15, 2019

Tisu, Sarang Bakteri ??

Tisu, Sarang Bakteri ??, RTH, Rumah Terapi Herbal


Tisu makanan merupakan salah satu barang yang selalu ada di dapur. Siapa mengira jika tisu makanan merupakan tempat berkembang biaknya bakteri dengan risiko penularan ke makanan yang dimasak. Hal itu diungkapkan oleh Dewan Konsumen di Hong Kong, Senin (15/4).

Peneliti melakukan tes pada 15 merek tisu makanan. Hasilnya, tisu tersebut memiliki jumlah bakteri empat kali lebih banyak. Maka dari itu, konsumen harus pintar memilih merek tisu makanan yang sudah dilengkapi sertifikat keamaan.

Berdasarkan uji coba, lima merek tisu makanan memiliki jumlah bakteri di atas 200 unit pembentuk koloni per gram (cfu / g), mulai dari 240 hingga 1.000 cfu / g.

"Tisu makanan yang digunakan di dapur diperlakukan secara aseptik setiap hari. Maka dari itu, tingkat higienisnya harus menjadi perhatian para konsumen," kata profesor Nora Tam Fung-yee, ketua komite penelitian dan pengujian dewan, kepada South China Morning Post.

Ia melanjutkan, "Jika tisu makanan mengandung bakteri tinggi bersentuhan dengan makanan yang dimasak, ada kemungkinan jika makanan tersebut dapat menimbulkan risiko kesehatan dari kontaminasi bakteri. Orang dengan kekebalan yang lebih lemah harus bertindak dengan hati-hati."

Untuk mencegah penyebaran bakteri dan kontaminasi, tisu makanan harus dibuang dengan benar. Tidak boleh digunakan kembali. Jika belum digunakan, harus disimpan di tempat yang bersih, kering, berventilasi baik. Setelah dibuka, harus dijauhkan dari keran air untuk mencegah kontaminasi oleh daging mentah atau makanan segar lainnya.


Dikutip dari :


0 comments:

Post a Comment